@simplydenny newswire

indonesian gamer geek

Paz Ortega Andrade

Paz Ortega Andrade

Perempuan bersosok manis bermuka dua. Kesan pertama yang gue rasakan ketika mendapati kenyataan bahwa seorang perempuan muda bernama Paz Ortega Andrade atau Pacifica Oceanatau terserahlah siapapun namanya, mengkhianati rekan-rekan sejawatnya di MSF, para Sandinistas, dan seorang Big Boss di Metal Gear Solid: Peace Walker. Tindakannya atas insiden Peace Walker ngga bisa dimaafin. Bertolak belakang…

View On WordPress

Kita ngga bakal ngerti kemana langkah dan tindakan kita bakal membawa kita. Hal-hal yang kita alami mengalir begitu aja dan rada absurd sebenernya. Sama halnya seperti kisah perburuan gue akan musik-musik keren dari musisi indie Jepang. Sebelumnya gue udah pernah bilang kalo selera musik kuping gue itu unik, selalu nyari warna musik yang baru buat mengiringi langkah hidup gue sehari-hari.

Berawal dari iseng baca tweet fans Metal Gear, kesasarlah gue ke laman situs baru Konami dimana untuk pertama kalinya Kojima Station sebagai pusat info kegiatan developing proyek-proyek Konami diluncurin. Di halaman utama masih terpampang video perkenalan Hideo Kojima tentang peluncuran Kojima Station. Dari sinilah ke-absurd-an hunting musik gue dimulai.

Gue coba tonton videonya langsung di YouTube. Udah ketebak kan pola absurd yang kebentuk kaya gimana. YouTube terkenal bikin usernya kesasar nontonin video yang bikin mereka kejebak kenangan nostalgia lewat link recommended video yang terpampang manis nunggu di-klik di sidebar kanan situs Youtube. Tapi kali ini bukan video nostalgia yang berhasil ngejebak gue, tapi masih berasal dari channel Konami573ch juga, dimana gue nonton video Kojima Station dari Hideo Kojima sebelumnya.

And I was stumbled upon this stunning video.

Ngga ada hal yang luar biasa dari video diatas selain cewe imut lagi asik juggling bola di tempat umum. Keimutan video ini jadi berlipat-ganda begitu musik latar mulai bersenandung diantara pantulan bola. Penasaran, gue coba buka tab deskripsi video lebih detil dan sesuai seperti dugaan gue, ada credit buat musisi yang musiknya dipake sebagai background music. Gue googling deh siapa itu ESNO dengan singlenya yang berjudul「Airy Batida」. Sekali lagi gue nyasar ke video ini.

Single ESNO berjudul Airy Batida ini punya nuansa Electronic (mirip-mirip lagunya Andezzz), Pop, Bossa Nova, Jazz, Acoustic. Biarpun nuansa genrenya campur aduk, tapi kedengeran harmonis di kuping gue. Belum puas rasa penasaran gue, akhirnya nemu juga fakta bahwa ESNO merupakan salah satu proyek musisi kenamaan Kenichiro Nishihara yang dibentuk tahun 2012 lalu. Yang menarik dari single Airy Batida ini adalah “featuring artist”-nya yang bernama Daoko.

Ciri khas vokalnya stereotip cewe Jepang bersuara sok imut yang kalo ngomong suaranya pelan banget. Cenderung mirip orang bisik-bisik malah. Daoko ini kalo disandingin cara nyanyinya mirip Kana Hanazawa, voice actress yang katanya suaranya paling imut se-Jepang. Cara nyanyi Daoko ini juga ngga kalah imut dengan suaranya yang bisik-bisik basah, ternyata doi adalah rapper cewe yang lebih sering ngebawain lagu Hip-Hop di Soundcloud-nya ketimbang nyanyi lagu yang lebih bernuansa Pop seperti di single Airy Batida. Ngga nyangka doi kelahiran Maret 1997. Masih cabe rupanya. Ahaha!

Yah, dengan demikian resmi udah gue jadi fans baru Daoko. Berhubung dia cewe Jepang yang (suaranya bisik-bisik basah) imut, lebih cocok kalo nona Daoko ini kita panggil dengan sebutan Daoko-chan.

Hmm… Daoko-chan… wait.. what?!

image source: nanien.wordpress.com

image source: nanien.wordpress.com

Daoko-chan Kita ngga bakal ngerti kemana langkah dan tindakan kita bakal membawa kita. Hal-hal yang kita alami mengalir begitu aja dan rada absurd sebenernya.

Until We Meet Again, BRRRRROOOOTHER..!

Hingar bingar Metal Gear Solid V: Ground Zeroes bentar lagi dimulai. Kita udah sedikit nostalgia sama jalan cerita Metal Gear Solid saga di dua artikel sebelumnya.

A Japanese Man in Indonesia

A Japanese Man in Indonesia

A Japanese Man in Indonesia

Yesterday it was my first time to meet up with one of the Couchsurfingmember. His name is Yasuyuki Miyashita, and yes he came from Japan. He contacted me first and kindly asked me if we could met around Bandung. Of course I’m gladly accept his request. It’s always a pleasant experience when you can make a new friends when you’re far away from your homeland. Hey, living alone is quite difficult…

View On WordPress